Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2015

CARA MUDAH MEMBUAT SATE SAPI ALA MADURA

Lintas Ternak - sering sekali Sate Daging menjadi makanan favorit, tetapi ingat untuk anda yang mempunyai darah tinggi ini akan menjadi suatu masalah, karena lemak yang terkandung didaging sapi cukup tinggi ini biasanya akan menimbulkan kenaikan tensi darah anda. jadi makanlah sesuai porsi jangan berlebihan.

Nah, buat anda yang ingin membuatnya dirumah berikut akan admin berikan Tips dan Resep Cara Membuat Sate Daging Sapi Empuk :

cara mudah membuat sate sapi ala madura

BUMBU dan BAHAN MEMBUAT SATE SAPI


Bahan

•    500 gram daging sapi has dalam, dipotong dadu
•    200 ml Kecap Manis Bango
•    2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus

•    5 gram asam jawa
•    4 butir bawang merah
•    3 siung bawang putih
•    3 cm lengkuas
•    1/4 sendok teh jintan
•    1 sendok teh garam
•    1/2 sendok teh lada
•    50 gram gula merah, disisir halus
•    2 sendok teh ketumbar

Cara memasak

•    Aduh rata daging, bumbu halus, Kecap Manis Bango dan minyak goreng. Diamkan selama 2 jam.
•    Tusuk daging di tusukan sate.
•    Bakar sambil dioles sisa bumbu hingga matang.
Untuk 4 porsi

Demikianlah cara mudah membuat sate sapi.Dengan adanya artikel diatas anda bisa langsung praktek dan disajikan bersama keluarga kecil anda.Terima kasih

Sumber :www.bango.co.id

Jumat, 01 Mei 2015

CARA MEMBUAT RESEP DAGING SAPI LADA HITAM DENGAN MUDAH

Lintas Ternak - Cara mudah membuat masakan Resep Daging Sapi Lada Hitam. Memang banyak sekali variasi resep daging sapi yang bisa kita masak untuk keluarga tercinta. Apalagi saat momen momen spesial seperti saat Idul Adha ini, tidak ada salahnya kalau kita memasak resep masakan
daging yang spesial dan lain dari pada lain, yaitu resep daging lada hitam. Ya, biasanya kita membuat resep rendang daging, soto daging, steak daging sapi lada hitam atau resep yang umum lainnya. Untuk kali ini, saya akan mengajak teman teman untuk mencoba membuat resep masakan daging sapi lada hitam.

Resep masakan daging lada hitam memang tidak sepopuler resep masakan daging sapi yang lain yang sudah saya sebutkan diatas. Biasanya yang pertama kali terpikirkan begitu mencari resep masakan daging adalah rendang padang, steak, soto dan yan lainnya. Tetapi kalau masalah cita rasa, resep daging sapi lada hitam ini tidak kalah enak dan lezat dibandingkan dengan resep masakan asli indonesia lainnya. Perpaduan rasa lada hitam dengan berbagia macam variasi saus dan kecap untuk bumbunya benar benar memanjakan lidah kita ketika disantap. Belum tekstur lembut dari daging masakan lada hitamnya yang terasa seperti lumer begitu masuk ke mulut.

Yang paling penting dan yang harus menjadi perhatian utama adalah proses pemasakan daging dan pemilihan daging sebagai bahan utamanya. Dikarenakan resep kali ini tidak berkuah, jadi daging harus benar benar dipastikan empuk sebelum di campur dengan bahan bahan lain. Selain itu, berbagai macam saus dan kecap yang digunakan juga harus menjadi perhatian utama karena cita rasa sebenarnya terletak pada bahan bahan tersebut. Gunakan saus dan kecap yang benar-benar berkualitas dan tingkat kekentalannya bagus supaya hasilnya benar benar legit dan enak. Oke, untuk lebih jelasnya, silahkan melihat detail bahan dan bumbu Resep Daging Sapi Lada Hitam yang dibutuhkan dan cara memasaknya di bawah.

CARA MEMBUAT RESEP DAGING SAPI LADA HITAM DENGAN MUDAH
Persiapan Bumbu dan Bahan Resep Daging Sapi Lada Hitam



1.  Bahan utama yang dibutuhkan adalah 500 gram daging sapi. Pilih daging sapi yang berkualitas dan kalau bisa bagian has dalam. Kalau tidak ada, bagian lain juga tidak apa apa cuma proses perebusannya harus benar benar diperhatikan supaya daging benar benar empuk saat dicampur dengan bahan lain.

2.  Buah tomat merah ukuran sedang besar sebanyak 2 pcs. Cuci bersih tomatnya dan belah menjadi 5 bagian (belah dari bagian sumbunya).

3.  Bawang bombay 1 pcs. Potong tipis tipis.

4.  Kecap kental manis kualitas bagus kurang lebih sebanyak 3 sendok makan.

5.  Saos Tiram kurang lebih sebanyak 2 sendok makan.

6.  Garam dapur beryodium dan gula secukupnya.

7.  Minyak secukupnya untuk tumisan.

8. Bawang merah lokal ukuran sedang besar sebanyak 4 pcs. Potong kecil kecil.

9.  Jahe ukuran sedang besar yang sudah dikupas sepanjang 1 ruas jari. Bakar sedikit sebelum digunakan.

10. Bawang putih lokal ukuran besar sebanyak 3 pcs. Kupas kulit sebelum digunakan untuk tumisan.

11.   Wortel ukuran sedang sebanyak kurang lebih 2-3 pcs untun sayurannya. Cuci bersih, kupas dan potong potong bentuk kotak kecil.

12.  Lada Hitam halus atau bubuk kurang lebih 3 sendok kecil atau sendok teh.

13. Buah cabai merah dan buah cabai hijau besar sebanyak 2-3 pcs. Cuci bersih dan potong kecil kecil.

Cara Memasak Daging Sapi Lada Hitam

1.  Daging sapi tidak perlu dicuci untuk menjaga teksturnya. Sebagai gantinya daging direbus sampai benar benar empuk dengan api sedang. Buang kotoran kotoran yang keluar dari air rebusannya. Angkat, tiriskan dan potong kecil kecil sesuai selera setelah benar benar empuk.

2.  Siapkan penggorengan dan beri sedikit minyak untuk menumis.

3.  Haluskan bawang merah, bawang putih dan jahe. Masukkan ke dalam penggorengan bersama dengan bawang bombaynya. Aduk aduk sebentar sampai tercium bau harum.

4.  Masukkan wortel, cabai merah dan cabai hijau ke dalam tumisan di atas. Aduk aduk sebentar dengan api kecil sampai semua bahan tercampur rata.

5.  Masukkan daging sapi yang sudah dipotong kecil. Beri sedikit air dan aduk kembali sampai mendidih.

6. Masukkan saus, kecap, garam dan gula putihnya. Aduk aduk kembali sampai semua bahan tercampur rata. Tutup sebentar sambil sesekali diaduk sampai semua bumbu meresap ke dalam daging nya.

7. Masukkan tomat yang sudah dipotong potong dan aduk aduk sebentar. Cicipi, kalau dirasa kurang bisa ditambahkan saos tiram, kecap dan garamnya.

Sumber : resepcaramemasak.info

Kamis, 30 April 2015

GAMBARAN PETERNAKAN SAPI di AUSTRALIA

Lintas Ternak - Australia adalah salah satu negara produsen sapi dan domba terbesar di dunia. Lebih dari 60% produksi peternakannya di ekspor ke luar negeri, termasuk ke Indonesia, bahkan Indonesia merupakan negara yang paling banyak menyerap komoditas peternakan dari Australia. Selain daging dan susu, bahan wool (bulu domba) merupakan komoditas peternakan utama di Australia yang
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan nasionalnya.

Peternakan sapi dan domba di negara ini memang layak diacungi jempol, karena selain mempunyai produktivitas tinggi, juga mempunyai kualitas yang sulit ditandingi terutama oleh negara-negara berkembang. Para petani (peternak) di Australia telah menerapkan teknologi budidaya yang tinggi, antara lain teknologi breeding, nutrisi ternak, budidaya tanaman pakan (rumput), dan lain-lain. Selain itu faktor-faktor pendukung lainnya, seperti penyuluhan, sarana-prasarana, dukungan investasi, dan lain-lain sangat kondusif sehingga para investor dan petani bergairah dalam melaksanakan usahanya. Padahal di Australia tidak ada subsidi langsung yang diberikan pemerintah kepada petani. Pengelolaan peternakan dari hulu sampir hilir dilaksanakan oleh pihak swasta dan petani, tanpa campur tangan pemerintah.

Beternak sapi di Australia memang benar-benar beda dibandingkan dengan di tanah air yang produktivitasnya masih rendah. Berikut ini hasil pandangan mata penulis saat field trip ke lokasi peternakan di Hamilton saat mengikuti workshop on Food security and sustainable agricultural development in APEC developing economies, 22-28 May 2013 di Melbourne and Hamilton, Victoria, Australia yang diorganisasikan dengan apik oleh the Australian APEC Study Centre at RMIT University, and RMIT Hamilton.

Mekanisasi pertanian

Pengelolaan lahan penggembalaan yang sangat luas tidak mungkin menggunakan tenaga manual. Apalagi upah kerja di Australia sangat mahal sehingga solusinya adalah menggunakan peralatan mekanisasi, seperti traktor dan lain-lain, terutama untuk pengolahan tanah, pemupukan, dan penanaman benih (Gambar 2). Umumnya petani mengolah lahan menjelang musim panas (musim hangat) sehingga saat musim panas tiba rumput tumbuh dengan baik dan cepat sebagai sumber pakan yang bisa langsung dimakan oleh ternak. Petani di tanah air hampir tidak menggunakan alat-alat mekanisasi, apalagi untuk ternak sapi dan domba. Bahkan sebaliknya, justru banyak sapi yang digunakan seperti alat mekanisasi untuk mengolah tanah sawah (membajak dan menggaru).

Perawatan intensif

Untuk menghasilkan produktivitas tinggi, tentu sapi-sapi tersebut memerlukan perawatan yang intensif. Petani biasanya memiliki tempat khusus di pinggir lahannya untuk perawatan (Gambar 3). Tempat ini bisa menampung 100-200 ekor sapi dan dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk tes kehamilan, pengobatan termasuk vaksinasi, pemberian nutrisi khusus, dan lain-lain. Selain itu setiap ekor sapi juga dilengkapi dengan mark (sensor) yang ditempelkan di punggungnya. Sensor ini berfungsi agar pertumbuhan dan pergerakan sapi di ladang penggembalaan dapat dideteksi di layar monitor. Hal ini sangat penting terutama untuk memonitor umur dan berat sapi serta bila ada sapi sakit atau mati bisa langsung ditanggulangi.

Padang penggembalaan

Saat memasuki lokasi peternakan di Hamilton, maka pemandangan yang muncul di sebelah kiri dan kanan jalan adalah padang penggembalaan. Pengembalaan yang sangat luas, sejauh mata memandang hanyalah padang rumput dan gerombolan sapi atau domba yang kekar, gemuk, sehat, dan gagah (Gambar 1). Setiap petani umumnya memiliki lahan untuk padang penggembalaan sekitar 1.000 ha dengan populasi sekitar 1000 ekor. Lahan seluas ini dikelola oleh 2 orang petani dibantu oleh 3-5 ekor anjing pengembala, atau setiap petani dapat memelihara sekitar 500 ekor sapi.
Situasinya sangat berbeda dengan di tanah air, terutama di Jawa, petani umumnya hanya memiliki 2-5 ekor sapi. Sapi umumnya dipelihara di dalam kandang dengan perawatan intensif dalam hal tenaga kerja, tapi produktivitasnya masih rendah. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Tengah memang ada padang penggembalaan sapi yang relatif luas, tapi petani disini umumnya membiarkan lahan dan sapinya hidup apa adanya, sehingga produktivitasnya juga rendah.

Menurut penjelasan ?Dr. David Smith, guru besar lingkungan dari University of Melbourne, lahan penggembalaan ternak di Hamilton umumnya didominasi oleh tanah-tanah yang berasal dari bahan volkan. Tanah ini umumnya mempunyai fiksasi P tinggi, sehingga budidaya pakan ternak (rumput) memerlukan pemberian pupuk P yang tinggi. Pemupukan P sangat berpengaruh terhadap produksi dan kualitas rumput yang akhirnya berpengaruh pula terhadap produktivitas ternak. David Jenkin salah seorang petani yang sempat penulis kunjungi

 Kita seharusnya dapat belajar dari petani di Australia, bagaimana caranya mengelola peternakan sapi dengan baik. Indonesia mempunyai lahan yang sangat luas, terutama di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Di lahan sawah, baik sawah irigasi maupun tadah hujan sebenarnya peternakan sapi bisa diintegrasikan dengan baik.Terima Kasih

Sumber : balittra.litbang.pertanian.go.id